​Get montir aplikasi 


cek kondisi terakhir bee sebelum touring ,

Rest point satu saya 600 km dr cirebon dan sendirian pula karenanya motor harus well. 


Karena banyak bgt yg harus di persiapkan sedang waktunya tdk cukup
saya gunakan layanan dari get montir online
apa itu get montir online? Get montir adalah layanan untuk segala jenis service kendaraan ringan yg bisa dilakukan dimana saja sesuai keadaan pelanggan.


Contoh  saya sedang belanja di mall. Panggil saja get montirnya ke mall. Sementara saya belanja montirnya bisa dgn tenang mengerjakan tugas nya.
Efektif dan efisien bukan?

Advertisements

Dee story ” 8 hari pulang pergi cirebon  to Nusa Tenggara Barat , NTB to cirebon”

Nusa Tenggara Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia yang berada dalam gugusan Sunda Kecil dan termasuk dalam Kepulauan Nusa Tenggara.

Di awal kemerdekaan Indonesia, wilayah ini termasuk dalam wilayah Provinsi Sunda Kecil[3][4] yang beribukota di Singaraja.

Kemudian, wilayah Provinsi Sunda Kecil dibagi menjadi 3 provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Saat ini nama “Nusa Tenggara” digunakan oleh dua daerah administratif: Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Sesuai dengan namanya, provinsi ini meliputi bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara.

Dua pulau terbesar di provinsi ini adalah Lombok yang terletak di barat dan Sumbawa yang terletak di timur. Ibu kota provinsi ini adalah Kota Mataram yang berada di Pulau Lombok.

Sebagian besar dari penduduk Lombok berasal dari suku Sasak, sementara suku Bima dan Sumbawa merupakan kelompok etnis terbesar di Pulau Sumbawa. Mayoritas penduduk Nusa Tenggara Barat beragama Islam (96%).
Pada kesempatan kali ini akhirnya saya bisa mengunjungi pulau ini .

“8 Hari Menuju Titik 0(Nol) Sape”
Salam adventure..
Ini adalah catatan perjalanan yang baru saja saya lakukan dari tanggal 3 Juli s/d 10 Juli 2016.
Diawali dari…
…Jauh-jauh hari selagi masih dalam masa persiapan.
banyak rider yang menyangsikan kemungkinan saya untuk sampai ke tujuan.
Entah dari mana penilaian mereka, mungkin faktor gender juga.
Karena…
Rider sebelumnya butuh lebih dari 10 hari waktu tempuh untuk jarak sekitar 3000 km, belum lagi ditambah jarak dari kota asal.
Total kurang-lebih 2 minggu estimasi yang diperlukan rider dari pulau Jawa menuju Sape (Sumbawa-Nusa Tenggara Barat) 3000 km , pergi-pulang, pergi 1500 km-pulang 1500 km. Dengan rute yang sama.
Mengikuti kata hati dan belajar dari pengalaman.

Saya berspekulasi membuat keputusan dengan keyakinan bahwa saya bisa.
Diluar dugaan …
Ternyata dalam 8 hari itu , bukan hanya medan baru, jarak dan waktu tempuh yang sangat singkat saja yang harus saya taklukan.
Melainkan juga faktor alam dan hari besar perayaan keagamaan.

Badai, hujan, portal , macet, banjir, delay transportasi dan kondisi badan yang nge-drop seiring tenaga extra yang harus dikerahkan. Alhamdulilah tetap under control dan tidak membuat saya menyerah.

Support dari para sahabat dan teman-teman yang menyemangati dan dukungan dari orang yang terkasih ( love u so, terimakasih karena kau ada untuk ku ) adalah cambuk yang membuat saya tidak ingin mengecewakan.

Banyak yang saya dapat dari perjalanan ini, selain jalinan persahabatan, teman-teman baru, pengalaman, pembelajaran, pendewasaan diri, perubahan sikap dan sifat serta rasa syukur yang berlipat.

Dee story ” Sanggata kalimantan Timur”

SANGATTA–Kalau diminta menyebut kota tambang di Indonesia, sebagian besar dari kita bakal menyebut Timika di Papua atau Belitung yang namanya melejit berkat novel Laskar Pelangi.

Namun, tak banyak yang tahu jika di tengah belantara Kalimantan ada sebuah kota yang berkembang karena dibukanya tambang di sekitarnya. Namanya Sangatta. Statusnya saat ini adalah ibukota Kabupaten Kutai Timur.

Oleh karena itu, kawasan paling ramai di masa itu ada di sepanjang bantaran sungai. Saat ini daerah tersebut dinamakan Sangatta Lama.

Sangatta bisa dicapai via jalur darat dari ibukota Kalimantan Timur Samarinda selama 6 jam perjalanan. Belum ada bandara komersial ataupun pelabuhan penumpang di kota ini.

Nama Sangatta sendiri sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Menurut beberapa sumber sejarah, nama Sangatta berasal dari nama seorang kepala adat suku Kutai di era kejayaan kerajaan kutai.

Sampai kemudian PT Kaltim Prima Coal (KPC) berdiri dan mendapat izin kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) pada 1982 dan resmi beroperasi 1992. Perusahaan ini menggali ’emas hitam’ di lokasi yang tak jauh dari pusat kota Sangatta saat ini.

Dee story ” Brown Canyon Semarang “

Brown Canyon Semarang merupakan tempat sebagai proyek galian C yang sudah berumur 10 tahun lebih. Dan disinilah sebagai tempat mengais rejeki bagi sebagian orang dengan melakukan penggalian pasir, penggalian tanah urug dan batu padas.

Brown Canyon sebenarnya bukanlah tempat wisata melainkan perbukitan biasa, namun karena penambangan material yang dilakukan setiap hari selama bertahun-tahun ahirnya berubah wujud seperti layaknya Green Canyon yang ada di Amerika.

Keindahan panorama alam yang eksotik membuat Brown Canyon Semarang ini menjadi salah satu obyek wisata dan tempat yang terbaik bagi para pecinta fotografi. Tebing-tebing yang menjulang tinggi dipadu dengan adanya pohon-pohon di puncaknya membuat tempat ini sebagai pemandangan yang sangat menarik dan sayang untuk tidak dikunjungi.


Dikarenakan Brown Canyon sebenarnya bukanlah tempat wisata tentu saja para wisatawan harus mencari petunjuk arah sendiri, karena warga sekitar hanya tahu bahwa tempat tersebut hanyalah sebagai tempat penambangan material berupa pasir, tanah urug dan batu padas.


Dee story ” waduk cirata “

  • KoPLTA Cirata

Fungsi utama dari waduk atau bendungan Cirata adalah sebagai pembangkit listrik tenaga air, sekaligus juga menjadi regulator distribusi air ke wilayah sekitarnya.

Waduk ini membendung aliran sungai Citarum, dan membentuk danau buatan seluas 43.777 hektar lebih. Sungai Citarum memang dimanfaatkan menjadi sumber air beberapa bendungan di wilayah Jawa Barat.

Btw,

 tahu dimana kilometer 0 sungai Citarum ini? Situ Cisanti.

Dee Story ” Bukit Jaddih Madura “

Dahulunya, Bukit Kapur Jaddih atau lebih dikenal dengan nama Bukit Jaddih adalah sebuah penambangan batu kapur putih dan bukan tempat wisata yang dikunjungi banyak wisatawan layaknya sekarang.

Jika dilihat tampak sekilas Bukit Kapur Jaddih memang mirip dengan Bukit Kapur Rengel di Tuban atau juga Bukit Kapur Sekapuk di Gresik. Perbedaannya, jika Bukit Jaddih ini memiliki kolam renang bernama “Gua Potte”.

Tak hanya itu saja keistimewaan Bukit Jaddih, namun tempat penampangan kapur ini juga memiliki gua-gua kecil sisa penambangan. Namun, jika ingin masuk ke gua-gua kecil ini harap berhati-hati, karena rawan runtuh.

Dee story ” insident brebes Ketika pulang dari Bromo “

… Pagi itu pulang dari Bromo…

Saya bersama teman saya  ‘Aris’, tapi ternyata terpisah di Jombang, karena ketika saya memberi tanda untuk berhenti, rupanya si Aris tidak melihat dan tidak mengetahuinya.
 

Jadi akhirnya kami pulang sendiri-sendiri, ya meskipun sebenarnya tidak searah sih,  karena Aris dari Semarang, tapi setidaknya sampai Salatiga saya ada teman seperjalanan.
 

Setelah menunggu cukup lama di tugu perbatasan Jawa Timur. Aris tidak juga nampak, sementara hari sudah sangat terik, jam 1.

Jika jalan normal, hitungan  saya hanya butuh waktu antara 7 sampai 8 jam saja, tapi karena dalam kondisi kurang fit (flu karena kedinginan selagi di Bromo), bisa lebih dari itu.
Situasi jalanan padat-merayap, maklum arus balik. Sampai di Salatiga sudah jam 3 sore. 


Hmmm….sedang asik-asiknya zig-zag – selap-selip dikeramain, tiba-tiba saya dikejutkan oleh sapaan dari dua orang pengendara dari belakang. Yang ternyata satu club, tapi beda chapter, mereka dari chapter Jakarta. Meski saya tidak kenal sebelumnya, tapi alhamdulillah mereka kenal saya.. Istimewa-nya cewek di club ya gitu deh…


Jam sudah diangka 5 (sore) saat tiba di Pandanaran-Semarang. Berhenti di Indomaret sejenak, berbincang, dan foto-foto, dan juga melepas lelah. Sambil memprediksi waktu dan keadaan. Kami sudah pesimis untuk bisa riding cepat.

Hampir 30 menit kami istirahat, ketika hari mulai gelap kami melanjutkan perjalanan. Jam sudah menunjuk diangka 7 (malam) ketika sampai di kota Batang. Dengan kondisi jalanan yang sedari tadi macet, hingga menguras tenaga dan emosi. Kembali kami berhenti untuk mengisi perut dan melepas lelah raga. Normalnya 2 jam-30 menit lagi sudah masuk Cirebon. Tapi kalau dengan macet parah begini’ tentu saja tidak mungkin.

Jembatan Comal baru saja ambruk’ dan butuh perbaikan. Sehingga jalan utamanya hanya bisa dilewati dengan sistem buka-tutup & satu arah saja.

Sejak mulai dari kota Batang, kami sudah menggunakan gps. Guna menghindari macet di Comal, kami akan mencoba mencari jalan alternatif.

Tetapi rupanya semua pengendara melakukan hal yang serupa. Jadi tetap saja dari arah manapun tetap terjebak macet. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti pengendara lain, pengendara setempat yang tau ‘jalan tikus’. Ehhh ternyata jauuuhhh memutar, begitu keluar hanya selisih beberapa kilo’ saja. Hahh….sebel….kalo bukan keadaan terpaksa sih……ogaah banget.


Akhirnya kami berhasil menghindar dari kemacetan,  tapi jam sudah diangka 01.00 dini hari. RC kami memberi isyarat ‘ngantuk’ dan kamipun menepi di masjid kota Brebes .

Di masjid itu, kami melepas lelah dan tertidur bersama pemudik yang lain.
Waktu subuh pun segera datang.. Adzan membangunkan semua dari mimpi termasuk aku dan teman-temanku. Usai sarapan jam 7 pagi kami bersiap melanjutkan perjalanan.

Rupanya di Kota Brebes ini juga macet, hanya saja tidak parah. Padat-merayap sesekali bisa melaju kencang. Berhubung bersama teman, dan mengikuti RC, saya-pun tetap harus jaga-jarak agar tidak ‘hilang’.
RC saya termasuk lihay mencari celah sempit diantara kendaraan dalam  kemacetan. Berkali saya tercekat'(tercecer) untuk mengikuti nya.. Maklum saya kan perempuan….
Serem juga kalo celahnya hanya dalam ukuran senti saja, hanya pas selebar motor dan hanya lebih sedikit saja, sementara yang kita lalui itu kendaraan besar yang ban-nya setinggi kepala kita…. iya kalo besi-besi itu diam…., bayangkan ….kalo mereka pada bergerak….kanan bus – kiri truk…brrrrr..,ngerih….
Sering-seringya saya menghela nafas panjang sambil mengucap hamdallah..setelah berhasil melewatinya……
Sampai naas juga pada akhirnya terjadi……


Ketika RC saya masuk cela diantara sebelah kanan bus sebelah kiri Toyota Avanza. Celah itu hanya selebar stang lebih sedikit saja. Tapi posisi badan bus tidak lurus melainkan agak menyerong diarah depan hingga saat tiba giliran saya melintas diantaranya, tiba-tiba saja semua kendaraan bergerak

Posisi saya tepat di roda sebelah kiri belakang bus. Sebelah kiri saya Avansa. Ketika bus berjalan, mau tidak mau akhirnya saya terjepit dikedua kendaraan itu. Bus terus bergerak dan Avansa masih terdiam membuat stang menekan bodi dan bergerak pindah ke kaca Avansa. Semakin bus bergerak, stang saya semakin ikut tertarik keatas dan membuat goresan di kaca Avansa, motor sayapun terangkat.
Saya sadar…..mengalami setiap detiknya…seakan waktu di perlambat…… terdengar ramai gaduh orang berteriak…..allahu-akbar..
Sepersekian detik rasanya begitu cepat dan saya tidak bisa berbuat apa-apa. Dan tiba-tiba si Avanza mulai bergerak yang otomatis membuka ruang gerak pada sebelah kiri dan mampu melepas tekanan pada stang. Sayapun lepas kontrol dan jatuh kearah kiri. Alhamdulillah, tapi sepintas terlihat dikanan mata saya, itu ban bus.


[Untung saja sebelah kiri hanya mobil kecil. Bayangkan jika keduanya bus atau salah satunya truk dan terjepit diantaranya.. Saya tidak bisa membayangkan yang bakal teradi… saya bisa apa???]
Terjatuh dalam keadaan tertimpa motor kesayangan, membuat saya tidak bisa langsung bangun….beraaaat bro.
 
Saya melambaikan tangan, tanda saya baik-baik saja & minta pertolongan, barulah orang-orang mendekat.
Dalam hati saya bersyukur karena saya masih hidup dan motor juga tidak rusak, kecuali di bagian stang saja.
Tapi sepertinya teman-teman saya tidak tahu dan sudah jauh didepan.
Selama 30 menit saya di TKP dan masih di kerumunin orang banyak…masih shock akan apa yang terjadi, selang beberapa saat kemudian akhirnya teman-teman saya kembali, yang membuat saya lega dan besar hati. Setelah menata diri, pikiran dan perasaan, karena saya juga tidak terluka, sembari teman-teman saya membetulkan posisi setang yang miring, lalu kami melanjutkan perjalanan.

 
Dan kami berpisah di Cirebon, teman-temanku melanjutkan ke Jakarta….

Dee story ” Ditabrak angkot di C4 kiaracondong Bandung Dan jatuh di jembatan cisambeng “

Yang namanya musibah itu memang tidak bisa diprediksi , ditebak, meski Minggu lalu baru jatuh di majalengka saat menuju bandung menghadiri event JAMNAS MACI sabtu malamnya dan Bandung Lautan Supermoto siangnya. 

 Saat itu didepan saya hanya berjarak meteran saja,  sebuah Mobil honda jazz berwarna biru langit ngerem mendadak.. Kondisi hujan posisi saya ditengah jembatan. Badan jembatan dari plat..
 

Saya juga jadinya ikutan ngerem yang ada roda jadi selip. Motor oleng dan saya lepas dari kemudi, akhirnya saya terlepas dari motor dan  jatuh duluan, 

 Motor terkempar 3 meter ke tengah jalan.

 

Alhamdulilah tidak apa-apa, badan tidak ada yang terluka, untungnya saat itu kondisi jalan  sepi, langsung bangun dan  jalan lagi, tetep lanjut tujuan.

 
Sakit siiih tapi selagi masih bisa berdiri ” don’t ever Give up “..
 

Eh malam berikutnya tanggal 15 Oktober ’16, terulang lagi.
Saya sudah hati hati, sudah pelan sudah ngalah, eeee angkotnya nyerudug..gubrak

 
Beruntung ada teman-teman dari klub kings Bandung yang sigap membantu saya bangun juga bee.

 
Begini kronologisnya…
 
Entah awal nya bagaimana, tau tau si angkot sudah nyerempet aja ‘ , stang si bee (Yamaha Byson-tungganganku) nyangkut dipintu angkot. Dan detik berikutnya aku  terjerembab jatuh bersam bee dan terseret berapa meter..lumayan jauh dari traffic light.
Si bapak supir angkot rupanya panik, tancap gas dan kabur. Untunglah bapak Polantas-Edwin yang berada tidak jauh dari tkp, cukup tanggap dan sigap akan keaadaan saat itu, dan segera mengejar angkot, aksi kejar-mengejar yang seru berakhir juga, berakhir dengan sedikit tragis sih. setelah angkot menabrak rumah.
 
Saya memilih untuk tidak memperpanjang masalah. Dan saya berpikir kasian juga bapak supirnya karena sudah kena pasal berlapis.

 
 
Yang penting aku selamat dan sehat , bee juga gapapa.. Aku keingat dan ikut anjuran Nabi SAW….
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah SAW bersada yang maksudnya, “Siapa yang melapangkan satu kesusahan orang yang beriman daripada kesusahan-kesusahan dunia, Allah akan melapangkan orang itu satu kerumitan dari kerumitan akhirat. Dan siapa yang memudahkan orang yang susah, Allah akan memudahkannya didunia dan diakhirat. Siapa yang menutup keaiban orang Islam, Allah akan menutup keaibannya didunia dan diakhirat. Dan Allah sentiasa menolong hamba itu selagi hamba itu mahu menolong saudaranya.” (Hadis Riwayat Muslim)

Dee story ” Jembatan sewo “

Seringnya saya melewati jembatan ini jika saya ke arah barat pantura. 

Tradisi melempar uang receh di Jembatan Sewo yang menghubungkan Kabupaten Subang dan kabupaten indramayu. 

Di lokasi tersebut, belasan orang tampak berjejer menunggu pengguna jalan yang melempar uang saat melintas di atas jembatan setiap harinya. Dengan menggunakan alat sejenis sapu berbahan ranting pohon, anak-anak hingga orang dewasa yang menjadi pemburu receh berebut uang yang dilemparkan tanpa memperhatikan keselamatan.

Dibalik tradisi sedekah ini ada sebuah kisah

Demi sebuah kehidupan dan masa depan yang lebih layak, maka ratusan kilometer transmigran asal Kecamatan Ngandon Kabupaten Boyolali menempuh perjalanan untuk menuju lokasi transmigrasi yang terletak UPT Rumbiya Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Namun harapan itu kandas setelah bus yang ditumpanginya tergelincir kemudian masuk sungai dan terbakar di kali Sewo Desa Sukra Kabupaten Indramayu.


Musibah yang terjadi pada pukul 04.30 dini hari tersebut, terjadi pada salah satu bus dari enam buah bus yang akan berangkat, dari musibah itu mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 67 orang yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Diantara rombongan yang mengalami musibah, terdapat tiga orang anak-anak selamat yang kemudian diangkat sebagai anak angkat keluarga besar transmigrasi.

Korban tewas semuanya dimakamkan di dekat pemakaman umum yang terletak dekat lokasi kejadian. Itulah sepenggal kisah yang memilukan yang terjadi pada 11 Maret 1974 silam, yang merenggut nyawa dari para pionir pembangunan transmigrasi.